HARI KARTINI
Hari kartini
Jika dulu saya yang jadi obyek percobaan teman-teman saya pada hari Kartini disekolah sebagai korban yang dirias denga riasan cewek dengan dalih emansipasi.
bisa dibaca disini HARI KARTINI
Nah sekarang giliran Nala, siswa PAUD yang ikut hari kartini, namun bukan mencari yang lucu, kalau sekarang mencari yang terbaik riasan dan busananya, apalagi ada sesi fasion shownya.
yang tidak kalah seru adalah ibunya juga dirias sehingga yang lebih antusias malah ibunya bukan anaknya, hehehehe, anaknya masih tidur, ibunya sudah selesai mandi, Nala bangun saya yang mandikan, lalu dirias dengan baju persewaan, ibunya juga ikut rias "loh kamu juga ikut kartinian ?" tanya saya ke istri saya, "iya, Ibunya juga disuruh dandan".
Yah ini namanya sih ibu Kartini dalam artian secara harfiah karena memang yang dirias sudah Ibu-Ibu, hahahahaha.
Setelah pulang kerja ada pesan masuk dari istri saya "Nala nangis gak dapat piala"
Saya yang membaca ketawa, paling juga Nala tidak mau fasion show didepan teman-temannya. Sudah kuduga, karena memang Nala tidak suka dilihat banyak orang. Sebenarnya dia senang tampil didepan orang, tapi malu.
Lucu juga kalau dipikir, momen hari Kartini jaman dulu tidak akan saya lupa, namun hari kartini sekarang juga tidak kalah mengesankan bagi anak-anak apalagi bagi Nala. Karena Nala kalah, sampai ia diberi Piala yang tulisannya adalah lomba melukis hahahahahaha, sebuah hadiah yang fana.
Kita sebagai orang dewasa yang pernah merasakan Hari kartini memang sudah tidak relevan karena ya ternyata begini saja, namun bagi anak-anak mungkin juga momen tidak terlupa, bisa jadi cerita pas mereka besar nantinya.

Comments
Post a Comment