DIA




Dear blog tercinta, entah saya harus mulai darimana, begitu cepat waktu berputar, baru-baru ini saya kenal dengan cewek berumur 20an, gendut, putih. Bukan.... dia bukan sapi, dia manusia tulen kok. 

Anaknya asyik, sopan, dan baik banget. Saya sempat curiga kalau dia adalah salah satu bidadari yang selendangnya di curi oleh jaka tarub kemudian “kesasar” ke sini. Tapi setelah saya cek ternyata bukan, soalnya mana ada bidadari yang secantik dia. ( modelmu tip nggombal mukiyo) hahahaha

pada awalnya sih saya hanya biasa sajah melihat dia, tapi kok lama-lama,,,,,,,, .

Oke saya akan menceritakan dari awal sekali kenapa saya bisa ketemu dia.

Sebagai lelaki yang sadar akan kesehatan, saya ikut komunitas olahraga calisthenic yang bernama Sidoarjo Streetworkout.

yakin tip alasannya cuman itu ?

Nggak sih, pada awalnya saya ingin terlihat tampan di pernikahan mantan saya yang pada saat itu mau nikah itu loh. dengan cara apa ?, ya dengan cara membentuk badan agar terlihat seperti pria parlente. Nah kebetulan ada komunitas ini, yaudah saya coba, lahkok malah ketagihan. hahahahha.

Tapi tenang kok, sekarang bukan itu alasan saya untuk tetap latihan street workout.

Seiring waktu berjalan bergabunglah dia (yang saya ceritakan di awal tulisan ini)

Entah karena apa, tiba-tiba teman-teman saya selalu menjodoh-jodohkan saya dan dia. "wah pasti dikerjain ini sama anak-anak" dalam hati saya, karena mereka selalu membully saya jomblo. Ya tapi mau bagaimana lagi memang kenyataannya begitu.

"ayo dong tip PM dia" kata seorang teman di grup whatsapp, sebagai lelaki flamboyan saya ndak kepancing trik trik murahan seperti itu, kan ndak lucu kalau saya tiba-tiba PM dia tapi dianya malah cuek dan nganggep saya sebagai jomblo yang haus perhatian. huahhahaha. Meskipun sebenarnya saya memang ingin ngobrol dengan dia, tapi beberapa hari saya tahan dulu. Harus butuh perencanaan dan strategi.

Saya atur strategi, saya pancing "udah saya PM kok dianya" padahal saya sama sekali ndak PM dia, kalau dia ndak ngerespon ya berarti memang dia ndak ada rasa, kalau dia ngerespon cuman 2 alasannya, yang pertama dia kasihan melihat saya, yang kedua dia lagi khilaf.

pucuk dicinta ulam pun tiba, dia ngerespon gaes. "mana nggak ada PM, jangan bohong loh mas nanti dosa", wah ini kayaknya kesempatan untuk ngobrol nih, tanpa basa-basi saya PM dia "ini loh". Akhirnya saya bisa ngobrol dengan dia, bla bla bla lalu saya stop jangan baper dulu, nanti malah saya ngarep sama dia. Bisa berantakan kalau sudah ngarep duluan.

Semakin lama, semakin masuk pancingan-pancingan saya, semakin intens komunikasi saya dan dia, ya pada dasarnya memang dari awal sudah saling tertarik (menurut saya), saya pernah membaca sebuah artikel tentang lama tidaknya PDKT tidak menentukan lama tidaknya sebuah hubungan. Jadi pada intinya orang yang PDKT lama ndak selalu hubungannya lama, dan sebaliknya. PDKT yang sebentarpun bisa sangat lama hubungannya. so bagi saya ndak masalah PDKT sebentar.

Daripada kelamaan dan keburu di "cucuk pitik" dan keburu dia sadar atas khilafnya hahahhahaha, ya sudah akhirnya kami pun berkomitmen untuk menjalani sebuah hubungan. mencoba mengerti satu sama lain, dan saling melengkapi kekurangan satu sama lain, bukankah magnet pun harus plus dan minus untuk saling terikat ?. Bukankah harus ada yin dan yang untuk seimbang ?. Bukankah harus ada komeng dan adul untuk melucu ?.

Tapi saya sadar, saya benar-benar canggung berstatus berpasangan, karena terakhir kali saya pacaran 4 tahun yang lalu, dan saya harus mulai dari awal belajar "menempatkan diri sebagai pacar". Semoga dia ndak komplain atas kecanggungan saya ini, semoga dia mengerti.

Semoga sajah rasa ini, kebaikan dia, perhatian dia, tidak hanya sebatas "hangat tai ayam" tapi tak terbatas, dan sampai nanti akan selalu seperti ini, bahkan kalau bisa semakin lebih bertambah semuanya. hueheuheuhuehue.





salam pesona 


-LA-





Comments

Post a Comment