PERAHU KERTAS

Dear diary………

Tahukah engkau kalau aku sedang galau ?
Tahukah engkau kalau aku sedang kehilangan arah ?
Dan tahukah engkau berapa cabe sekilo sekarang?

Mungkin kata-kata ini yang tertulis di buku diary gue kalo gue punya diary, sejak dulu gue sebenarnya pengen punya diary, biar kalau gue sukses nanti gue akan saelalu inget perjuangan-perjuangan absurd gue saat membacanya, tapi cerita tinggalah cerita, gue gak punya diary dan gue gak sukses jadi buat apa gue punya diary ?, ini sebenarnya mau nulis apa sih ? kok muter2 gak jelas gini. Maunya sih basa-basi biar kelihatan keren.

Oke, oke, gue mau fokus ke topic permasalahan yang mau gue bahas kali ini.

Beberapa hari yang lalu gue maen twitter, mata gue tertuju dan terpanah melihat TTWW soal PERAHU KERTAS, ini apaan ya ?, sebagai calon playboy hati gue tertarik penasaran, setelah gue telusuri beberapa detik, akhirnya gue mengerti kalau PERAHU KERTAS yang dimaksud adalah sebuah novel karya dee lestari yang gak usah diragukan lagi kualitasnya, nah mengapa kok bisa jadi TTWW ? apakah ada nenek-nenek mati karena setelah baca novel ini?, atau apakah ada adegan kayak titanic di novel ini ?, atau …………………….(mendadak mengalir darah dari idung gue) , gue semakin penasaran, gue analisa sebentar, dan kalau dilihat dari tweet2nya ternyata novel PERAHU KERTAS mau dijadiin film, wah sebegitu menarikkah ini novel kok bisa jadi film?, seinget gue kalau di Indonesia hanya novel best seller yang dijadiin film.


Rasa penasaran gue memuncak saat diradio tiba-tiba terdengar lagu PERAHU KERTAS, gue gak ngerti sepertinya dunia lagi dikuasai oleh PERAHU KERTAS, TTWW-novel-film-lagu, gue mencoba menghubungkan rangkaian puzzle yang ada di otak gue, gue dengerin berulang-ulang tu lagu, dan…….. gue jadi galau, iya galau, be be be… liriknya seperti ada magnet yang menenggelamkan gue pada masa lalu, oke gue akuin gue lagii kena syndrome PERAHU KERTAS.

Akhirnya gue berburu novel PERAHU KERTAS, tapi gue segera mengurungkan niat soalnya gue lupa kalo gue makan ajah susah, gimana mau beli novel yang katanya sih harganya 69 ribu, gue gak keabisan akal, hihihihi………… jiwa orang Indonesia gue muncul, yap kalian benar “DOWNLOAD”, setelah gue download gue langsung baca kata2 pertama, nah sejak kata pertama gue udah terjebak dalam imajinasi liar gue yang membayangkan adegan-adegan dan percakapan yang ada di novel itu, dan gue lupa sesaat kalau gue jomblo, itu hal yang luar biasa, soalnya tiap hari gue mojok dikamar sambil gigit-gigit jari meratapi nasib kejombloan gue, tapi beberapa hari ini tidak, gue sibuk membaca dan berimajinasi , Alhamdulillah.

Ternyata gue belum puas kalau cuman dengerin lagu, dan baca novelnya, dikepala gue seakan-akan ada ribuan orang yang demo berteriak “ayo lihat filmya” “ayo lihat filmnya”, sejak jaman drogba masih jadi ketua komnas HAM, gue gak pernah yang namanya nonton bioskop sendirian, minimal ada 2 cewek yang duduk disamping gue, dan gue baru sadar kalau cewek itu cewek orang -____-.

Akhirnya gue dengan terpaksa nonton sendiri, yap sendiri, gue milih hari malam selasa, kenapa? Kalau malam minggu dipastikan gue akan mati tersiksa menahan iri lihat umat berpasangan mesum di samping gue, gue milih duduk di kursi side A nomor 1, kenapa? Yang pertama biar gue gak keliatan kalau nonton sendiri soalnya gelap, yang kedua biar gue bisa melempar sandal ke orang yang mesum dibawah gue soalnya paling atas. Kenapa ? sekali lagi Tanya kenapa, gue akan melempar elo dengan sandal yang satunya.

Sepanjang film berputar, gue nangis terharu sesegukkan, sesekali menepuk dada gue dan berkata “sabar-sabar”, bukan, bukan karena filmnya yang sedih, tapi lebih karena tersiksa melihat hampir se studio pada pegangan tangan dan sesekali ciuman, sesabar-sabarnya orang, pasti akan menangis juga saat lihat orang berciuman didepannya. Kayaknya gue salah milih hari deh. 

Oh ya, filmnya menurut gue bagus, walaupun agak kecewa sih beberapa adegan yang dinovel menurut gue bagus, gak ada di filmnya, tapi kalau yang belum baca novelnya, gue jamin akan memberikan dua jempolnya buat film PERAHU KERTAS. Dan akibat syndrome PERAHU KERTAS, saat reuni SMA gue foto selalu beradegan dengan RADAR NEPTUNUS, ni coba lihat.



KELIATAN MANA YANG OTAKNYA MASIH NORMAL DAN OTAKNYA UDAH ERROR






Salam agen NEPTUNUS.

Comments